NMM | MENTAWAI – Isu yang beredar disalah satu media online gardapers.id yang ditayangkan pada 5 September 2026 menyebutkan pembangunan SDN 17 Muntei, Desa Katurei, Kecamtaan Siberut Barat Daya, Kepulauan Mentawai menggunakan material pasir laut tidak benar, bahkan informasi yang disebar tidak pernah dikonfirmasi kepada pihak sekolah.
Penegasan itu di sampaikan Kepala Sekolah SDN 17 Muntei, Ednida Wisni, S.Pd kepada tim media saat turun kelokasi kegiatan, Kamis (10/9/2026). Dia menyampaikan bentuk klarifikasi yang disampaikan kepada publik bahwa pembangunan sekolah tidak menggunakan pasir laut, tapi menggunakan material lokal dan informasi yang di publis salah satu media online tidak benar.
“Media online yang mempublis seharusnya berikan informasi yang berimbang, jangan menggunakan opini, sehingga informasi yang di publis tidak simpang siur,” katanya.
Ednida menegaskan, bahwa pihaknya tidak pernah menggunakan pasir laut untuk kebutuhan sekolah, material pasir lokal ini dipakai oleh masyarakat untuk pembuatan lobrik. “Lobrik yang di buat masyarakat, kami membeli sebesar Rp.5000 rupiah per lobrik untuk kebutuhan sekolah,” sebutnya.
Dia menyebut, terkait dari mana material pasir yang diambil masyarakat untuk pembuatan lobrik, pihaknya tidak mengetahui, karena sepenuhnya diserahkan kepada masyarakat sebagai pelaksana kegiatan.
“Dari mana pasir yang mereka ambil itu, kita tidak tahu, kita hanya beli lobrik dan pasir tersebut material lokal bukan pasir laut,” tegasnya.
Untuk diketahui pembangunan sekolah SDN 17 Muntei ini di kerjakan bersama masyarakat dan komite sekolah artinya pembangunan sekolah di lakukan secara swadaya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, pekerjaan pembangunan sekolah tersebut material yang digunakan sesuai dengan spek dan pekerjaan di lakukan bersama masyarakat, komite sekolah dan Kepala Dusun.