“Arah kebijakan pembangunan daerah tahun 2026 pertumbuhan ekonomi kita sebesar 4,04 persen dan pendapatan kapasitas kita sebesar 64,7 persen begitu juga dengan tingkat kemiskinan 13,89 persen sedangkan tingkat pengangguran 1,44 persen” katanya.
Sementara Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Hatisama Hura memaparkan komoditi yang dikembangkan sebagai wujud ketahanan pangan daerah adalah Padi Gogo dan Jagung. Untuk wilayah Kecamatan Pagai Utara pengembangan komoditas Padi Gogo seluas 83 hektar antara lain Desa Saumanganya seluas 55 hektar, Desa Betumonga seluas 12 hektar, Desa Silabu 16 hektar. Untuk komoditas jagung telah disepakati minimal 20 hektar per desa.
Kemudian setelah usulan Musrenbang disampaikan, selanjutnya Anggota DPRD nantinya akan mengawal usulan prioritas mulai dari penyusunan RKPD, KUA-PPAS hingga pada pembahasan APBD nantinya. Beliau juga menyampaikan kondisi keuangan daerah yang sedang tidak baik – baik saja namun ada peluang peningkatan kualitas Pembangunan sebagaimana amanat UU No 1 Tahun 2022 bahwa belanja pegawai paling besar 30% dan belanja infrastruktur minimal 40% dan ini menjadi mandatori yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah.
Musrenbang RKPD ini juga dihadiri oleh dihadiri oleh Pimpinan dan Anggota DPRD antara lain Nelsen Sakerebau, Yohanes Pardede, Asisten Administrasi Umum Ruslianus, Kepala Bappeda Sahad Pardamaian, Camat Pagai Utara Gabriel Sakeru, Para Kepala OPD, Kepala Desa, Muspika Kec. Pagai Utara, Kepala BPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan se-Kecamatan Pagai Utara.(NMM/Bappeda)
