Insiden tersebut terjadi kurang dari seminggu setelah Australia menegur Beijing karena tindakan militernya yang “tidak aman”, dan menuduh sebuah jet tempur China melepaskan suar dalam jarak 30 meter dari pesawat pengintai yang berpatroli di atas Laut China Selatan.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China pada saat itu mengatakan pesawat Australia “dengan sengaja menyusup ke wilayah udara di sekitar Kepulauan Xisha China”, sebutan Beijing untuk Kepulauan Paracel, yang juga diklaim oleh Vietnam dan Taiwan.
China mengklaim hampir seluruh wilayah Laut China Selatan meskipun ada keputusan internasional pada 2016 yang menyimpulkan bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar hukum.
Scarborough Shoal, yang terletak 240 kilometer sebelah barat pulau utama Luzon di Filipina dan hampir 900 kilometer dari daratan utama China Hainan, telah berulang kali menjadi lokasi konfrontasi ketika Manila memasok kembali nelayan Filipina ke wilayah tersebut.
Pada Desember, Filipina mengatakan penjaga pantai China menembakkan meriam air dan “menyapu” kapal departemen perikanan pemerintah.
Manila dan Washington, telah memperdalam kerja sama pertahanan antara kedua negara sekutu itu sejak Presiden Filipina Ferdinand Marcos menjabat pada 2022 dan mulai menolak klaim China atas Laut China Selatan.[ft/rs]
