CELIOS: Program Makan Bergizi Gratis Tidak Perlu Diberikan kepada Semua Anak

Dengan begitu kata Bakhrul ada sisa anggaran sebesar Rp259,76 triliun dari target penghematan anggaran pemerintah Rp306,7 triliun yang bisa digeser untuk membiayai program perlindungan sosial lainnya yang tidak kalah penting, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) yang selama ini diketahui tepat sasaran.

Selain itu, katanya, penghematan anggaran yang masih ada juga bisa digunakan untuk membayar tunjangan kinerja dosen ASN yang belum dibayarkan, atau untuk meningkatkan daya beli masyarakat yang saat ini sedang melemah.

“Bantuan Subsidi Upah (BSU) bisa digelontorkan lagi untuk menolong angkatan kerja yang kena PHK akhir-akhir ini. Lalu pemerintah juga bisa melakukan subsidi tiket KRL Jabodetabek di mana banyak sekali masyarakat yang menggunakannya,” jelasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat atau DPR Maria Yohana Esti Wijayati mengevaluasi pelaksanaan MBG setelah sebulan dilakukan oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, distribusi makan bergizi seharga Rp 10 ribu itu belum sepenuhnya tepat sasaran.

Dia berujar, seharusnya MBG itu tidak diberikan kepada seluruh anak atau pelajar di Indonesia, terlebih lagi kepada anak dari keluarga berada. Legislator dari fraksi PDI Perjuangan ini menilai pemerintah perlu mengatur skala prioritas terhadap sasaran dari program tersebut. “MBG ini mestinya diprioritaskan atau diterapkan tidak untuk semua anak sekolah,” katanya.

Maria mengatakan pemberian MBG itu seharusnya diprioritaskan untuk anak yang berasal dari keluarga tidak mampu. Selain itu, juga untuk daerah 3T serta daerah yang angka stunting dan kemiskinannya tinggi.


 

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di acara Kongres XVIII Muslimat NU di Surabaya, Senin (10/2) mengatakan penghematan anggaran yang dilakukannya hanya untuk demi rakyat. “Saya mau menghemat uang, uang itu untuk rakyat. Untuk memberikan makan untuk anak-anak, rakyat. Saya ingin memperbaiki semua sekolah di Indonesia. Kita punya 330 ribu sekolah,” ungkap Prabowo.

Dirinya pada akhir-akhir ini berkunjung ke berbagai sekolah untuk memantau pelaksanaan program unggulannya MBG. Ia masih melihat beberapa sekolah yang memerlukan perbaikan, di mana anggaran yang ada sebelumnya hanya mampu untuk memperbaiki 20 ribu sekolah. Maka dari dengan penghematan anggaran ini, ia yakin bisa memperbaiki seluruh sekolah di tanah air.

“Karena itu, perjalanan dinas, perjalanan ke luar negeri dikurangi. Yang perlu tugas ke luar negeri, tugas belajar boleh. Tugas untuk atas nama negara boleh. Jangan tugas yang dicari-cari untuk jalan-jalan. Kalau mau jalan-jalan pakai uang sendiri. Loh Presiden Prabowo sering ke luar negeri? Saya diundang, sebagai kepala negara dalam konferensi penting, oleh negara yang penting dan saya mewakili bangsa untuk mengamankan kepentingan bangsa. Jadi seminar-seminar, FGD (Focus Group Discussion) dikurangi. Mau diskusi apa lagi? Itu tuh untuk mengentaskan kemiskinan absolut, bantu rakyat yang lapar cari makan, sekolah yang rusak perbaiki, jalan yang rusak perbaiki,” pungkasnya. [gi/ab]

Source : VoA

Share :