NMM | Jakarta – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menyatakan informasi terkait promo internet gratis selama Ramadan 2026, adalah hoaks. Dalam laman resminya, Kemkomdigi menyatakan bahwa kebenaran informasi yang beredar di platform Facebook itu tidak benar.
“Beredar unggahan di media sosial Facebook berisi tautan yang diklaim mengatasnamakan Internet Rakyat untuk mendapatkan internet gratis selama bulan Ramadan 2026. Faktanya, klaim tersebut adalah tidak benar,” tulis keterangan Kemkomdigi, Jakarta, Selasa, 24 Februari 2026.
Informasi yang memuat tautan dengan mengatasnamakan Internet Rakyat, rupanya menggiring publik untuk mengisi biodata dan nomor platform Telegram. Kemkomdigi menyatakan bahwa hal itu merupakan bagian dari pencurian data di ruang digital (modus phishing).
“Facebook tersebut tidak mengarah ke laman resmi Internet Rakyat, tetapi ke laman yang meminta nama lengkap dan nomor Telegram. Unggahan tersebut adalah modus phishing atau pencurian data pribadi,” ujar keterangan Kemkomdigi.
