Wabup Mentawai Dorong Budaya Mentawai Masuk dalam Pembelajaran SD

Jakop menilai guru memiliki posisi penting dalam memperkenalkan kebudayaan Mentawai kepada generasi muda.

“Bapak-bapak dan ibu-ibu adalah orang pertama yang mengajarkan budaya Mentawai supaya dikenal di mancanegara. Dengan ini kita juga bagian daripada Indonesia,” tutur Jakop.

Untuk memperkaya materi penyusunan silabus muatan lokal, workshop menghadirkan sejumlah narasumber yang memiliki latar belakang di bidang kebudayaan, pendidikan, maupun pelestarian budaya.

Narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut yakni Dr. Juniator Tulius, S.Sos., M.A.; Dr. Firnando Sabetra, S.Pd., M.Pd. dari Universitas Negeri Padang (UNP); Mardoni, S.Sos., M.Sos. dari Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat; Tarida Hernawati dari Yayasan Citra Mandiri; Yosep Sagari dari Sanggar Uma Jaraik Sikerei; serta Fransiska Ek Trilestari, S.Pd., S.D., Kepala SDN 21 Makalo.

Para narasumber memberikan materi dan pandangan terkait pengembangan muatan lokal, pendidikan budaya, serta upaya mempertahankan nilai-nilai kebudayaan Mentawai agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Jakop berharap hasil workshop tidak hanya berhenti pada penyusunan silabus, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam proses pembelajaran di sekolah dasar di seluruh wilayah Kepulauan Mentawai.

Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu sarana strategis untuk memastikan generasi muda tetap mengenal akar budaya dan identitas daerahnya.

“Generasi muda harus mengetahui dari mana mereka berasal dan mengenal budaya daerahnya. Dengan begitu, budaya Mentawai dapat terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya.

Ia juga mengajak guru, pemerintah daerah, sekolah, tokoh budaya, serta masyarakat untuk terus bekerja sama dalam melestarikan kebudayaan Mentawai.

Dengan adanya muatan budaya lokal dalam pembelajaran, diharapkan anak-anak Mentawai tidak hanya memahami budaya daerahnya, tetapi juga memiliki rasa bangga dan mampu memperkenalkan kebudayaan Mentawai sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. (Tim)

Share :