Disdikbud Mentawai Gelar Workshop Pembuatan Atribut Tradisional Mentawai, Ini Kata Wakil Bupati Mentawai

Sementara ittu Wakil Bupati Kepulauan Mentawai, Jakop Saguruk mengatakan bahwa implementasi budaya Mentawai yang pertama bagaimana masyarakat Mentawai paham tentang soal budaya Mentawai dengan cara membuat implementasi itu sendiri dengan kelembagaan salah satunya mempersiapkan atribut sesuai apa yang telah disepakati oleh Pemerintah.

“Termasuk juga bagaimana kita mendorong agar ada museumnya, bagaimana implementasi budaya ini harus jelas, karena disitulah kita bisa memberikan support anggara, kalau kita tidak punya kelembagaan kita tidak bisa memberikan anggaran mulai dari pusat, provinsi maupun darah”, kata Jakop.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan dimana pihak Pemkab Mentawai mencoba mendorong bagaimana sekolah menjadi salah satu tempat menumbuhkan bakat dan talenta tentang budaya Mentawai, mulai dari SD, SMP, itu harus terbentuk hingga SMA anak-anak sekolah paham soal budaya Mentawai.


 

“Makanya saya katakan kita di Mentawai tidak masalah ada perbedaan pada bentuk seni budaya seperti tato atau tik-tik di Siberut Selatan, Siberut Tengah, Utara dan Barat atau Sipora dan Sikakap itu berbeda-beda, atas perbedaan itulah kita menjadi semangat, kita kaya dalam bentuk inovasi budaya meski berbeda tetap namanya adalah tato Mentawai”, ujarnya.

Jakop menyebutkan kedepan jika sudah ada Peraturan Daerah (Perda) maka pembuatan atribut atau seni budaya Mentawai harus sudah masuk dalam Kurikulum Sekolah, Budaya Mentawai (Bumen), dengan tujuan anak-anak sekolah mengerti soal budaya. (Str)

Share :