NMM | SIPORA JAYA – Meskipun harus berhadapan dengan keterbatasan anggaran, Pemerintah Desa (Pemdes) Sipora Jaya tetap berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Berbagai program pembangunan dan pemberdayaan terus dijalankan secara maksimal dengan memanfaatkan sumber daya yang ada, sehingga roda pemerintahan desa tetap berjalan dan kebutuhan warga dapat terpenuhi.
Dengan kondisi keuangan Negara yang defisit tentunya sangat berdampak pada pembangunan di seluruh penjuru Indonesia termasuk di desa-desa yang terdampak pada pembangunan infrastruktur terutama jalan, pertanian serta perikanan.
Kepala Desa Sipora Jaya, Lutfianto menyampaikan, untuk Desa Sipora Jaya tetap melakukan pembangunan sesuai dengan anggaran yang tersedia di desa, menurutnya meski keterbatasan anggaran bukan berarti pembangunan tidak berjalan, sebab kata dia anggaran yang tersedia seberapa pun julah harus digunakan, kalau tidak digunakan akan justru dipertanyakan.
Lutfi menyebutkan di desa sipora jaya saat ini masih fokus untuk program-program pemerintah pusat, seperti program ketahanan pangan yang mana desa sipora jaya menggalakkan tanaman jagung pakan yang ditanam sekitar 6 hektar di dua lokasi berbeda dan yang mengelola oleh Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dengan penyertaan modal sekitar 20 persen atau sekitar Rp.204 juta yang diambil dari Dana Desa (DD) Rp. 1 M.
“Kalau sipora jaya tahun ini kita masih mengerjakan program Presiden, yaitu ketahanan pangan jadi melalui Bumdes dimana kita sudah melakukan penyertaan modal sekitar 20 persen dari dana desa guna pembukaan lahan penanaman jagung pakan”, katanya, saat ditemui Nests Media, pada Jumat, (22/8/2025) di ruang kerjanya.
Ia menjelaskan hasil panen kedua lokasi penanaman jagung pakan ini belum begitu maksimal, karena ada beberapa kendala seperti pupuk dan kondisi struktur tanah yang tidak terlalu bagus sebagai penanaman jagung pakan.
