Pemdes Sipora Jaya, Anggaran Minim Namun Tetap Bekerja Maksimal

Kata Lutfi, tahun 2023 salah satu lokasi lahan sekitar 4 hektar sebelumnya ditanami tanaman tua seperti durian montong, durian musang king, durian bawor termasuk alpokat, dan lengkeng, namun karena ada program ketahanan pangan dari Pemerintah pusat maka dimanfaatkan di sela-sela tanaman tua tersebut.

“Sebenarnya di lokasi 4 hektar, di TKd ini prospeknya mau dijadikan agro wisata, jadi kalau ada masyarakat kita yang makan durian atau buah-buahan bisa langsung ke lokasinya. Kalau di lokasi itu palingan setiap tahun kita hanya melakukan perawatan atau pembersihan, nah karena ada program ketahanan pangan kita masukkan jagung disitu”, ujarnya.

Sementara untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan kata dia telah dilakukan pengecoran rabat beton beberapa jalan lingkar atau gang seperti di gang matari ada jalan sekitar 114 meter untuk tahap pertama, kemudian ada di gang teratai dan gang mangga termasuk jalan pertanian yang juga akan dilanjutkan pengecoran rabat beton.


 

“Untuk pembangunan fisik kami tidak bisa maksimal, sudah ada juga pengecoran jalan yang selesai,  ada juga beberapa gang yang dalam proses, karena kondisi anggaran sekarang ini cukup minim jadi cara kita bertahap saja, tujuannya untuk memaksimalkan pembangunan dengan keterbatasan anggaran”, katanya.

Keterbatasan anggaran bukan menjadi alasan untuk berhenti berkarya. Menurutnya, semangat gotong royong masyarakat serta pengelolaan dana yang transparan dan tepat sasaran menjadi kunci agar pembangunan tetap berjalan. Selain itu, Pemdes juga aktif mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan meningkatkan produktivitas ekonomi keluarga. (Str).

Share :