Ketua Bawaslu Mentawai : Implementasi Reformasi Birokrasi Punya Tantangan Berat

NMM | MENTAWAI – Reformasi birokrasi merupakan proses perubahan yang dilakukan secara sistematis untuk menciptakan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, efisien, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pelayanan publik. Di lingkungan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), reformasi birokrasi menjadi bagian penting dalam memperkuat kelembagaan agar mampu menjalankan tugas pengawasan pemilu secara profesional dan dipercaya oleh masyarakat.

Pelaksanaan reformasi birokrasi di Bawaslu mengacu pada Road Map Reformasi Birokrasi dan pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

Kendati demikian, Implementasi Reformasi Birokrasi juga tidak berjalan mulus terutama di wilayah Kabupaten Kepulauan Mentawai yang mana kondisi geografis terpisah oleh lautan dan infrastruktur belum maksimal menjadi salah satu penyebab proses implementasinya perlu waktu lama.

Ketua Bawaslu Kepulauan Mentawai, Nasrullah Siritoitet mengatakan ada beberapa tantangan terealisasinya Reformasi Birokrasi di lingkungan Bawaslu Kabupaten Kepulauan Mentawai, salah satunya kondisi geografis.


 

“Pertama tantangan kita adalah kondisi Geografis Wilayah Kepulauan. Bawaslu Kabupaten Kepulauan Mentawai membawahi wilayah yang tersebar di beberapa pulau, sehingga mobilitas pegawai, distribusi logistik, pelaksanaan pengawasan, serta koordinasi dengan Panwaslu Kecamatan membutuhkan waktu dan biaya yang lebih besar dibandingkan wilayah daratan”, katanya pada kegiatan RDK SDM di Kantor Bawaslu Mentawai.

Namun menurut Nasrullah ada beberapa solusi yang bisa dilakukan seperti memanfaatkan rapat daring (Zoom/Google Meet) untuk koordinasi rutin, mengoptimalkan aplikasi perkantoran dan sistem persuratan elektronik, menyusun jadwal supervisi yang terencana berdasarkan prioritas wilayah, dan memperkuat koordinasi dengan Panwaslu Kecamatan sebagai ujung tombak pengawasan.

Tantangan kedua kata dia adalah keterbatasan Jaringan Internet dan Telekomunikasi. Beberapa wilayah di Kepulauan Mentawai masih mengalami keterbatasan akses internet dan sinyal telekomunikasi sehingga penyampaian laporan sering terlambat.

Share :