Selain patriotisme dan kegigihan, empati juga menjadi nilai penting yang harus ditanamkan dalam diri generasi muda. Pemuda diharapkan mampu memahami kondisi orang lain, menunjukkan kepedulian, serta memperkuat semangat gotong royong dan solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Amanat tersebut juga mengingatkan bahwa semangat Sumpah Pemuda tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Pemuda harus terus mengembangkan potensi diri, meningkatkan kualitas pendidikan, berkarya, serta menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman. Jadilah generasi yang membawa perubahan positif bagi daerah dan Indonesia,” lanjut amanat tersebut.
Pesan ini menjadi relevan bagi generasi muda di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Pemuda Mentawai diharapkan terus mengembangkan kemampuan diri, meningkatkan kualitas pendidikan, melestarikan budaya dan kearifan lokal, serta mengambil peran dalam mendukung pembangunan daerah.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda juga menjadi pengingat atas ikrar persatuan yang dicetuskan para pemuda pada 28 Oktober 1928. Semangat tersebut menjadi landasan penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa di tengah keberagaman suku, budaya, dan latar belakang masyarakat Indonesia.
Melalui peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai berharap semangat patriotisme, kegigihan, dan empati semakin tumbuh dalam diri generasi muda. Dengan karakter yang kuat, kepedulian sosial, serta semangat persatuan, pemuda Mentawai diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan daerah serta Indonesia yang lebih maju. (yy)