NMM | Jakarta – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memperkuat konektivitas antarpulau melalui pelayanan 232 lintasan perintis dan 94 lintasan komersial di seluruh Indonesia. Layanan ini sebagai upaya memperluas akses transportasi, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengatakan, layanan penyeberangan perintis memiliki peran strategis dalam menghubungkan masyarakat di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan pilihan transportasi.
“Melalui pelayanan lintasan perintis, ASDP mengambil peran dalam membuka akses transportasi bagi masyarakat kepulauan. Sekaligus mendukung mobilitas, distribusi logistik, dan aktivitas ekonomi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T),” kata Heru dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Rabu 28 Oktober 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam momentum peringatan 98 tahun Sumpah Pemuda. ASDP menegaskan komitmennya memperkuat persatuan bangsa melalui konektivitas penyeberangan yang menjangkau berbagai wilayah Indonesia.
Menurut Heru, semangat persatuan dan kebersamaan yang terkandung dalam Sumpah Pemuda sejalan dengan peran ASDP sebagai penghubung antarpulau. Di negara kepulauan seperti Indonesia, keterhubungan transportasi menjadi faktor penting untuk memperluas kesempatan masyarakat dalam mengakses pendidikan, layanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi.
“Setiap lintasan yang dilayani bukan hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga membuka akses dan peluang bagi masyarakat untuk tumbuh bersama,” ujarnya. Secara nasional, ASDP melayani 232 lintasan perintis dan 94 lintasan komersial.
Dengan komposisi tersebut, layanan perintis mencakup sekitar 71 persen dari total 326 lintasan yang dilayani perusahaan. Berbeda dengan lintasan komersial, layanan perintis dihadirkan untuk menjangkau wilayah yang secara ekonomi belum sepenuhnya dapat dilayani melalui mekanisme pasar, tetapi membutuhkan transportasi untuk menunjang kehidupan masyarakat.
Layanan ini merupakan bagian dari pelayanan publik yang dijalankan ASDP melalui penugasan pemerintah. Keberadaannya memungkinkan masyarakat kepulauan menjangkau pusat perdagangan, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan, sekaligus mengangkut hasil pertanian, perikanan, serta komoditas lokal menuju pasar yang lebih luas.