SAR Mentawai Lakukan Operasi Pencarian Perahu Nelayan Hilang Kontak di Perairan Bitojat, Kecamatan Pagai Selatan

Seluruh survivor kemudian diserahkan kepada pihak keluarga pada pukul 21.35 WIB, dilanjutkan dengan pelaksanaan debriefing operasi SAR pada pukul 21.40 WIB. Operasi SAR diusulkan untuk dihentikan sementara dan direncanakan akan ditutup secara resmi keesokan harinya setelah tim rescue kembali ke pangkalan di Pelabuhan Tuapejat.

Keempat survivor yang berhasil kembali dengan selamat masing-masing atas nama Efwinsyah (45 tahun), Reza Septiawansyah (15 tahun), Amir Mahmud (52 tahun), dan Kamarudin (63 tahun).

Kapal yang digunakan merupakan perahu kayu nelayan dengan panjang sekitar 9 meter, berwarna merah hijau, dan menggunakan mesin dompeng.

Dalam pelaksanaan operasi SAR ini, Kansar Mentawai mengerahkan satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 sebagai alat utama pendukung operasi. Operasi SAR turut melibatkan Tim Rescue Kansar Mentawai, serta didukung oleh unsur Polsek Sikakap dan Koramil Sikakap dalam koordinasi dan pengamanan di wilayah pelabuhan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Bapak Benteng Hilton Telaumbanua, S.E., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan operasi SAR dan koordinasi seluruh pihak.


 

“Kami bersyukur seluruh survivor ditemukan dalam keadaan selamat. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi para nelayan agar selalu memastikan kondisi kapal, mesin, dan radio pemancar mara bahaya sebelum melaut. Kami juga mengapresiasi peran aktif keluarga dan dukungan seluruh unsur yang terlibat dalam pemantauan kejadian ini,” ujar Benteng Hilton Telaumbanua.

Kantor SAR Mentawai mengimbau kepada seluruh nelayan dan pengguna transportasi laut agar selalu mengutamakan keselamatan serta segera melaporkan apabila terjadi kecelakaan kapal di laut. (*)

Share :