“Fokuslah menggambarkan suasana. Bukan mengeksploitasi satu orang hingga menimbulkan tafsir yang merugikan,” ujarnya.
Ia menambahkan evaluasi sebelum maupun sesudah proses perekaman sangat diperlukan untuk mencegah munculnya persepsi keliru di masyarakat. Menurutnya, konten yang memicu keberatan sebaiknya segera dihapus sebagai bentuk penghormatan terhadap hak serta kenyamanan setiap individu.
Albert turut menggarisbawahi pentingnya meminta persetujuan sejak awal, memblur wajah bila diperlukan, serta menghormati permintaan penghapusan konten. Ia berharap kasus EBM menjadi pelajaran berharga agar kreator semakin mengedepankan etika, perlindungan data pribadi, dan literasi digital.
Sourece : RRI