NMM | Padang — Bupati Kepulauan Mentawai, Rinto Wardana, secara resmi melepas ekspor perdana 25 metric ton edible white copra yang diproduksi oleh PT Kaya Samesta Trading. Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya mendorong hilirisasi komoditas kelapa sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat Mentawai.
Dalam sambutannya, Bupati Rinto Wardana menyampaikan bahwa pelepasan ekspor ini merupakan perwujudan dari mimpi yang telah ia rintis sejak tahun 2019. Saat itu, ia telah menyiapkan rumah dan lahan produksi di wilayah Sikakap dengan luas hampir dua hektare, lengkap dengan desain fasilitas produksi kopra putih. Namun, rencana tersebut sempat tertunda akibat pandemi COVID-19 pada tahun 2020.
“Ini adalah mimpi yang sempat tertunda. Fasilitas produksi sebenarnya sudah siap sejak 2019, namun kondisi pandemi membuat rencana tersebut tidak berjalan. Hari ini, mimpi itu mulai terwujud,” ujar Bupati.
Bupati menjelaskan, ke depan fasilitas tersebut akan kembali difungsikan sebagai sentra produksi edible white copra di Kepulauan Mentawai dan pengelolaannya dipercayakan kepada pihak swasta yang profesional dan berpengalaman, yakni PT Kaya Samesta Trading.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa pengembangan industri kopra putih sejalan dengan visi dan misi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, khususnya program keenam yaitu meningkatkan pendapatan per kapita masyarakat. Menurutnya, salah satu persoalan utama yang selama ini dihadapi masyarakat adalah ketergantungan pada tengkulak yang kerap mengendalikan harga komoditas.
“Dengan hadirnya eksportir langsung seperti PT Kaya Samesta Trading, diharapkan dapat menjadi pembentuk harga yang lebih adil, sehingga masyarakat tidak lagi dirugikan oleh praktik permainan harga,” tegasnya.
Dalam skema pengembangan tersebut, sebanyak 43 Koperasi Merah Putih di Kepulauan Mentawai akan dilibatkan sebagai mitra strategis untuk menyuplai bahan baku kelapa dari masyarakat. Sementara itu, proses hilirisasi dan pengendalian mutu tetap dilakukan oleh PT Kaya Samesta Trading guna menjaga kualitas produk yang diekspor.
