“Pemantauan ini kita lakukan untuk melihat secara langsung ketersediaan dan proses distribusi BBM, sekaligus memastikan penyalurannya berjalan sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan masyarakat,” ujar Arsenius.
Dalam kesempatan tersebut, pihak SPBU menyampaikan bahwa BBM yang diterima diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan sekitar tiga hari. Sementara pasokan berikutnya direncanakan tiba pada 24 September 2026 dengan rencana muatan Pertalite 16 ton, Pertamax 8 ton dan Solar 8 ton.
Selain ketersediaan stok, Tim Satgas turut mencermati pola pembelian BBM menggunakan jeriken serta alokasi Bio Solar bagi kelompok nelayan. Berdasarkan keterangan pihak SPBU, sekitar 2 ton Bio Solar disebut dialokasikan untuk kelompok nelayan berdasarkan rekomendasi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan.
Pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan dan verifikasi terhadap distribusi BBM melalui pencocokan dokumen pengiriman, penerimaan, stok dan realisasi penyaluran di lapangan.
Pemantauan juga akan dilakukan secara menyeluruh terhadap SPBU lainnya di wilayah Sipora Utara maupun Sipora Selatan. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh gambaran objektif mengenai kondisi stok, penyaluran dan kebutuhan BBM di masing-masing wilayah.
Melalui pengawasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai berkomitmen menjaga kelancaran distribusi BBM agar ketersediaannya tetap terjamin dan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, sekaligus mengantisipasi potensi gangguan pasokan akibat kondisi cuaca dan transportasi laut. (yy)