Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Koordinator Staf Khusus Menteri Agama Bidang Kebijakan Publik, Media, Hubungan Masyarakat dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Ismail Cawidu, menyambut baik dan mengapresiasi kerja sama yang sudah berjalan baik bersama Kementerian ATR/BPN. “Terima kasih Menteri ATR/Kepala BPN atas kerja sama dan fasilitas yang dikerjasamakan dengan UIN K.H. Abdurrahman Wahid. Ini sejarah pertama dalam pencatatan tanah-tanah wakaf di Indonesia,” ungkapnya.
Bersama Ismail Cawidu, Wamen Ossy melepaskan atribut KKN yang dikenakan mahasiswa sebagai tanda KKN Tematik UIN K.H. Abdurrahman Wahid tahun 2025 telah selesai. Usai pelepasan atribut, Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid, Zaenal Mustakim melaporkan rangkuman hasil kerja nyata mahasiswa di universitasnya.
“Total yang sudah jadi sertipikat ada sekitar 270 dari 2.000 bidang tanah. Memang (di lapangan) ada kendala seperti dokumen yang kurang. Tapi, kita sudah temukan dan geotagging itu seluruh bidang tanah. Kemudian, lanjut dilakukan proses administrasi sertipikat tanah wakaf,” ungkap Zaenal Mustakim.
Dalam kegiatan ini, dilangsungkan juga penyerahan sertipikat wakaf kepada 6 perwakilan nazir oleh Wamen Ossy dan Ismail Cawidu. Turut mendampingi Wamen dalam kesempatan tersebut, Direktur Jenderal Penataan Agraria, Embun Sari; Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Tengah, Lampri; Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman; dan Rektor UIN K.H. Abdurrahman Wahid, Zaenal Mustakim. Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama dan Administrator Kementerian ATR/BPN. (AR/RS)
