Si Gadis Manis yang Membuka Rumah Belajar Mentawai

“Saya terharu dan bersyukur atas penyertaan Tuhan. Kemudian saya tetap lanjut kan mengajar hingga kelas 3 SMA. Saat kelas 3 SMA saya akhirnya sadar kalau saya akan sangat kelelahan jika mengajar sendirian dan anak-anak yang saja ajar pun berbagai macam kelas dari yang Pendidikan Usia Dini (Paud) sampai kelas 6 SD. Di sela-sela itu juga aku ikut beberapa kegiatan di luar sekolah seperti pemilihan Duta generasi berencana, yang dimana rumah belajar aku jadikan sebagai program kerja utama. Kemana pun aku pergi aku selalu membawa RB Mentawai ini supaya orang lain tahu ada rumah belajar gratis untuk anak-anak Mentawai”, katanya sambil terharu.

Semakin hari kegiatan RB Mentawai pun semakin berkembang, sehingga Dian terpikir tidak bisa melakukan itu sendiri, sehingga ia meminta bantuan teman-teman sekolahnya untuk membantu dia mengajar anak-anak seperti di rumahnya di Dusun Mapaddegat, kadang di pantai  Mapaddegat atau tempat terbuka untuk mengajak anak-anak belajar sambil bermain, bahkan setelahnya anak-anak dikasih snack atau berupa makanan gratis.

Adapun yang diajarkan kepada anak-anak seperti membaca, berhitung dan menulis dan juga ada sistem belajar literasi yaitu meningkatkan budaya membaca serta belajar sambil bermain agar anak-anak semakin tertarik untuk belajar, saat ini ada sekitar 29 anak-anak yang diajarkan.

“Akhirnya aku di kasih hikmat sama Tuhan untuk merangkul teman sekolah ku untuk mengajar bersama. Puji Tuhan mereka mau, dan sampai hari ini ada 10 volunter yang mengajar di lapangan, dan 3 volunter yang kuliah di luar Mentawai”, cerita Dian.


 

Dian menjelaskan bahwa dengan niat baiknya dan penuh semangatnya, Tuhan memberikan berkat untuknya sehingga suatu ketika RB Mentawai mendapatkan hubungan kerja sama dengan Rumah Belajar Pancasila (RBP) di Solo, Jawa Tengah, sehingga bantuan dan fasilitas dibantu RBP Solo.

“Ada satu titik kebaikan Tuhan dalam hidup ku, tepat di saat aku kelas 3 SMA. Tuhan mengizinkan Rumah belajar di Mentawai bekerja sama dengan keluarga Rumah belajar Pancasila yang ada di Solo. Puji Tuhan Rumah belajar di Mentawai sangat di support dalam hal materi dan fasilitas. Saya sangat bersyukur, Tuhan memberikan kesempatan yang berharga agar anak-anak Mentawai di berkati”, ungkap Dian.

Kepedulian terhadap pendidikan adalah bentuk nyata dari cinta kita terhadap sesama dan masa depan. Dengan saling peduli, kita dapat memastikan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang. Mari kita bersama-sama membangun dunia yang lebih baik melalui pendidikan.

Instagram video : https://www.instagram.com/reel/DE_-NAoT8-e/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==

(Str)

 

Share :