“Kota Solok memiliki potensi di sektor pertanian dan pangan yang cukup baik. Melalui kerja sama ini, kita ingin membangun sinergi yang saling menguatkan, baik dalam hal distribusi, produksi, maupun pengembangan SDM,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar daerah dalam menghadapi tantangan global, seperti perubahan iklim dan dinamika ekonomi yang berdampak pada sektor pangan.
“Kita ingin memastikan masyarakat di kedua daerah mendapatkan akses pangan yang cukup, berkualitas, dan terjangkau. Ini adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Zakirman, menjelaskan bahwa kerja sama ini akan difokuskan pada penguatan distribusi pangan serta peningkatan kapasitas kelembagaan petani.
“Mentawai memiliki potensi sumber daya alam yang besar, namun masih menghadapi kendala dalam distribusi dan pengelolaan. Dengan adanya kerja sama ini, kami berharap ada dukungan dalam hal teknologi, manajemen, serta akses pasar,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok, Ade Kurniati, menyatakan komitmennya untuk mendukung implementasi kerja sama secara konkret di lapangan.
“Kami siap berbagi pengalaman dan praktik baik yang telah dilakukan di Kota Solok, terutama dalam pengelolaan pangan dan pemberdayaan petani. Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi kedua daerah,” katanya.
Adapun ruang lingkup kerja sama meliputi pertukaran data dan informasi ketersediaan pangan, fasilitasi distribusi komoditas strategis, peningkatan kapasitas SDM, penyediaan sarana dan prasarana pendukung, hingga pendampingan kelompok tani dan pelaku usaha pangan lokal.
Melalui kesepakatan ini, kedua pemerintah daerah optimistis dapat membangun sistem ketahanan pangan yang lebih terintegrasi, berkelanjutan, serta mampu menjawab tantangan geografis dan ekonomi di masa mendatang, khususnya bagi wilayah kepulauan seperti Kepulauan Mentawai. (yy,bm)
