Perlengkapan tersebut juga mencakup aksesori tarikan, box panel, serta sakelar COS manual dengan kapasitas 50 ampere. Seluruh bantuan diserahkan langsung oleh Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana kepada masyarakat Dusun Bose. Dalam penyerahan tersebut, Bupati didampingi anggota DPRD Kepulauan Mentawai Kornelius, Dandim 0319 Mentawai, serta Danlanal Kepulauan Mentawai.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat kembali menyampaikan sejumlah kebutuhan untuk mendukung aktivitas ekonomi mereka. Di antaranya bantuan alat tangkap ikan dan dukungan permodalan usaha.
Warga juga mengusulkan dukungan berupa penerangan tenaga surya atau solar panel yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang aktivitas penangkapan ikan di luar wilayah perairan sekitar permukiman.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Rinto Wardana menegaskan komitmennya untuk terus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di wilayah kepulauan.
“Saya akan mendorong agar kebutuhan masyarakat ini dapat kita lihat dan kita akomodir melalui program pemerintah daerah. Kita akan sesuaikan dengan kewenangan, kemampuan anggaran, dan program yang tersedia,” tegasnya.
Bupati juga menekankan bahwa pembangunan di wilayah kepulauan tidak cukup hanya dengan membangun infrastruktur, tetapi harus diikuti dengan penguatan ekonomi masyarakat.
“Kita ingin pembangunan ini memberikan dampak langsung kepada masyarakat. Kalau masyarakat nelayan kita bantu alat tangkapnya, hasil tangkapannya harus bisa diolah dengan baik, kemudian dipasarkan dan memberikan nilai tambah bagi keluarga,” jelas Rinto Wardana.
Ia berharap dukungan listrik yang diberikan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan produksi dan kualitas ikan asin Bose.
“Saya berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan. Kita ingin ikan asin Bose tidak hanya menjadi produk masyarakat setempat, tetapi bisa menjadi salah satu produk unggulan Mentawai yang semakin dikenal di luar daerah,” ujarnya.
Dengan dukungan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai berharap masyarakat Dusun Bose dapat meningkatkan produktivitas, kualitas pengolahan hasil laut, serta mengembangkan ikan asin sebagai produk unggulan daerah yang memiliki nilai ekonomi dan daya saing lebih tinggi. (*)
Editor : Tim