“Dengan adanya kesadaran masyarakat perlunya menjaga dan mencintai lingkungan, maka selain hidup kita jadi sehat, lingkungan bersih, juga mengurangi dampak terjadinya bencana alam, seperti banjir atau bencana penyakit diare atau malaria di Mentawai”, jelasnya.

Suntoro juga mengajak masyarakat mengelola sampahnya sendiri setidaknya membuang sampah pada tempatnya atau selayaknya dan juga melakukan penghijauan lingkungan sekitar rumah, punya kesadaran untuk memperbaiki saluran drenaise atau pembuangan air yang tersumbat serta tidak membuang sampah ke laut.
“Hampir setiap rumah punya bandar atau saluran drenaise, nah itu harus diperbaiki jika tersumbat, selain itu juga kita mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah ke laut, karena laut bukan tempat membuang sampah, laut adalah tempat makluk hidup yang bisa kita konsumsi, ketika ikan di laut memakan sampah—terutama plastik, mikroplastik, atau limbah kimia—rantai dampaknya tidak berhenti di laut. Manusia sebagai konsumen puncak rantai makanan akhirnya ikut terpengaruh.
Selain itu penanaman pohon juga sangat penting, terutama di bagain pesisir seperti melindungi garis pantai dari abrasi dan gelombang besar, menahan angin kencang dan menjadi pelindung alami bagi permukiman, menjaga ekosistem pesisir, tempat hidup biota laut dan burung, menambah keindahan wisata pantai serta meningkatkan kenyamanan lingkungan.
Penanaman pohon di darat atau pegunungan bermanfaat untuk menghasilkan oksigen dan menyerap karbon untuk udara lebih bersih, mencegah banjir dan longsor dengan memperkuat struktur tanah, menjaga sumber air karena akar pohon menyimpan dan mengatur aliran air, menjadi habitat satwa dan menjaga keseimbangan alam.(Str)
