Kemenkes Terapkan Enam Transformasi Tekan Lonjakan Kanker

“Strategi keempat adalah Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Ketersediaan dokter spesialis onkologi, ahli patologi, hingga perawat terlatih masih terbatas,” ucapnya.

Karena itu, Kemenkes berkomitmen meningkatkan kuantitas dan kualitas SDM melalui pelatihan intensif. Fokus pelatihan mencakup teknik skrining, biopsi, dan terapi target terbaru.

“Strategi ke lima adalah Pemanfaatan Teknologi dan Digitalisasi. Sistem informasi kesehatan akan digunakan untuk memantau data insiden, prevalensi, dan angka kematian kanker payudara secara real-time,” ucap Endang menambahkan.

Endang menjelaskan untuk strategi terakhir adalah Jaminan Pembiayaan dan Kemitraan. Kemenkes pastikan penanganan kanker payudara, mulai skrining hingga terapi lengkap, seluruhnya dijamin JKN melalui BPJS Kesehatan.

Sementara, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkap temuan mengejutkan terkait tren kanker payudara di Indonesia. Jika dulu kanker payudara dominan usia 40 tahun, kini semakin banyak kasus ditemukan pada perempuan muda mulai 18 tahun.


 

“Data terbaru menunjukkan pergeseran tren usia penderita kanker di Indonesia. Dulu mayoritas di atas 40 tahun. Sekarang pasien kanker payudara berusia 18 tahun sudah mulai banyak ditemukan,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (P2PTM) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi.

Menurut data Kemenkes, terdapat sekitar 67.000 kasus kanker payudara di Indonesia dengan angka kematian mencapai 38.000 jiwa. Sementara, laporan Cancer Information and Support Center (CISC) menegaskan adanya peningkatan jumlah pasien pada kelompok usia 18–25 tahun.

Share :