HUT Kabupaten Ke- 26 Tahun, Bupati Mentawai Apresiasi Pembangunan Berkembang Pesat

Rinto menambahkan akses laut sangat terbatas, masyarakat Mentawai berdagang atau membawa hasil alamnya ke luar untuk di jual sangat terbatas dengan menggunakan perahu atau boat, dengan kapasitas sangat terbatas, sementara dengan akses jalan darat masyarakat bisa membawa hasil alamnya atau pertanian seperti kopra dan manau dengan kapasitas besar.

“Kalau naik sampan, atau boat bawa kopra untuk dijual sangat sulit hanya mungkin satu atau dua ton saja, tapi kalau menggunakan akses atau jalan darat bisa sampai puluhan ton, bisa angkut, kalau laut cuaca buruk tidak bisa lewat, sangat sulit”, jelasnya.

Sementara mewakili dari Tokoh masyarakat, Kortanius Sabeleake menyampaikan dimana perkembangan Kabupaten Kepulauan Mentawai  memang lambat, karena Mentawai adalah salah satu Kabupaten yang dibentuk baru sejak tahun 1999, ia menjelaskan Mentawai tidak bisa disamakan dengan kabupaten lain yang sudah duluan menjadi Kabupaten dan sudah tersedia infrastruktur nya termasuk Sumber Daya Manusia (SDM) sudah ada, sehingga pembangunan Kabupaten lainnya cepat berkembang.


 

“Kita juga tidak bisa menyalahkan perkembangan Kabupaten Kepulauan Mentawai ini terlambat, karena semua pembangunan kita mulai dari nol, semua dibangun dari awal, Pegawai Negeri di Mentawai tidak ada, jalan tidak ada, infrastruktur tidak ada, fasilitas kesehatan tidak ada, semua kita mulai dari awal, bagaimana kita bisa cepat membangun SDM kita belum ada”, katanya.

Ia mengakui banyak kekurangan dalam perkembangan pembangunan Kabupaten Kepulauan Mentawai aspek geografis juga menjadi kendala dalam meningkatkan pembangunan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kortanius mengatakan sejak dibentuk Kabupaten pada tahun 1999, hanya ada 4 Kecamatan di Mentawai. (Str)

 

Share :