Sejumlah maskapai, termasuk Garuda Indonesia telah mengumumkan penundaan dan pembatalan penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalkan penumpukan calon penumpang di area terminal.
Sebelumnya, pengelola Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatat sebanyak 1.039 penerbangan terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau. Data tersebut merupakan akumulasi pembatalan, keterlambatan, hingga pengalihan pendaratan pesawat ke bandara lain.
Dampak tersebut tercatat hingga Minggu, 6 September 2026 pukul 21.30 WIB dengan jumlah penumpang terdampak mencapai 119.215 orang. “Terdapat 1.039 penerbangan terdampak, akumulasi dari pembatalan penerbangan, keterlambatan penerbangan, pengalihan pendaratan penerbangan ke bandara lain dan sebagainya,” kata Yudistiawan.
Pihak pengelola juga mengaktifkan prosedur pemulihan layanan dengan menyediakan bantuan makanan ringan dan fasilitas bus gratis bagi penumpang terdampak. Layanan bus disiapkan menuju empat kota utama tujuan antarkota di Pulau Jawa.
Selain itu, pemeriksaan keselamatan armada pesawat diperketat. Hal ini untuk mencegah kerusakan mesin akibat paparan partikel abu vulkanik.