NMM | MENTAWAI – Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana bersama Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) Letjen TNI Mochmad Syafei Kasno dan Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai Ibrani Sababalat melakukan monitoring langsung kondisi jalur darat yang menghubungkan Muara Siberut dengan Desa Matotonan, Kecamatan Siberut Selatan, Kamis (18/6).
Peninjauan dilakukan menggunakan sepeda motor untuk melihat secara langsung kondisi infrastruktur yang selama ini menjadi akses utama masyarakat dan memastikan secara langsung kebutuhan masyarakat terkait pembangunan akses jalan tersebut.
Dalam pertemuan bersama masyarakat Desa Matotonan, Bupati Kepulauan Mentawai Rinto Wardana menegaskan bahwa pembangunan akses jalan menuju Matotonan merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah karena memiliki nilai strategis bagi pengembangan budaya, pariwisata, dan perekonomian masyarakat Siberut.
Menurut Bupati, Desa Matotonan memiliki kekayaan budaya dan adat istiadat yang masih terjaga dengan baik sehingga berpotensi menjadi salah satu pusat pengembangan pariwisata budaya di Kabupaten Kepulauan Mentawai.
“Visi saya, Siberut adalah gerbang budaya dan adat istiadat. Mulai dari Maileppet sampai ke Matotonan akan kita jadikan jalur budaya karena soul atau jiwa Mentawai, ‘Mentawai Surf and Soul’, ada di sini,” ujar Rinto Wardana.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai berencana menjadikan Desa Matotonan sebagai pusat pelaksanaan agenda tahunan pariwisata budaya Mentawai yang akan diselaraskan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Desa Matotonan pada Agustus mendatang.
Bupati menilai, tersedianya akses jalan yang memadai akan membuka peluang yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata, perdagangan, dan usaha mikro masyarakat setempat. Selama ini, keterbatasan akses menjadi salah satu hambatan utama dalam pengembangan potensi desa.
Lebih lanjut, Rinto Wardana menyampaikan bahwa jalur menuju Matotonan sebenarnya pernah terbuka, namun karena minimnya pemeliharaan dan pengelolaan, sebagian ruas jalan kembali tertutup semak belukar dan sulit dilalui kendaraan. Untuk itu, pemerintah daerah berkomitmen mendorong percepatan pembangunan dan pengerasan jalan agar konektivitas antarwilayah dapat terwujud secara berkelanjutan.
