Peringati Hari Penyu Laut Sedunia, YPI dan KMS Gelar Aksi Bersih Pantai

NMM | MENTAWAI | Setiap tanggal 16 Juni, dunia memperingati Hari Penyu Laut Sedunia (World Sea Turtle Day) sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melindungi penyu laut dan habitatnya. Peringatan ini juga menjadi ajang edukasi mengenai berbagai ancaman yang dihadapi penyu laut di seluruh dunia.

Penyu laut merupakan salah satu satwa laut tertua yang masih hidup hingga saat ini. Hewan ini telah menghuni lautan selama lebih dari 100 juta tahun dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut. Penyu membantu menjaga kesehatan padang lamun, terumbu karang, serta rantai makanan di laut.

Indonesia sendiri merupakan salah satu negara yang menjadi habitat penting bagi penyu laut. Dari tujuh spesies penyu laut yang ada di dunia, enam di antaranya dapat ditemukan di perairan Indonesia, yaitu penyu hijau, penyu sisik, penyu belimbing, penyu lekang, penyu tempayan, dan penyu pipih.

Namun, keberadaan penyu saat ini menghadapi berbagai ancaman. Sampah plastik di laut, perburuan telur dan daging penyu, kerusakan habitat pantai, serta perubahan iklim menjadi faktor utama yang menyebabkan menurunnya populasi penyu di berbagai wilayah. Banyak penyu yang secara tidak sengaja menelan plastik karena mengira sampah tersebut adalah makanan, sehingga mengakibatkan gangguan kesehatan bahkan kematian.

Memeringati Hari Penyu Laut Sedunia, Yayasan Penyu Indonesia (YPI) berkolaborasi dengan Komunitas Mentawai Simaeru (KMS) melaksanakan aksi bersih – bersih pantai yang diselenggarakan pada, Jumat (12/6/2026) di kawasan wisata atau di pantai Mapaddegat.


 

Penanggung jawab YPI Site Sipora, Amelia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama terkait menjaga kelestarian alam terutama pantai dan laut, sebab menurutnya jika sampah dibuang di pantai maka sampah tersebut akan terbawa oleh ombak dan akan mencemari biota laut.

“Hari ini kita mengundang Bapak, Ibu semua disini kita akan melaksanakan giat membersih sampah yang ada di pantai Mapaddegat ini, sebelumnya kita sudah melakukan pembersihan dan ini lokasi sambungan yang lalu. Namun pada intinya kita membersihkan sampah bertujuan untuk menjaga biota laut dari sampah, selain laut pantai kita di Mentawai juga adalah tempat wisata, jadi harus bersih dan asri”, katanya.

Bagi masyarakat pesisir, termasuk di wilayah Kepulauan Mentawai yang memiliki kekayaan laut yang luar biasa, menjaga keberadaan penyu berarti turut menjaga kelestarian laut bagi generasi mendatang. Penyu bukan hanya bagian dari kekayaan hayati Indonesia, tetapi juga simbol penting dari kesehatan ekosistem laut.

“Melalui peringatan Hari Penyu Laut Sedunia tahun 2026, diharapkan semakin banyak pihak yang peduli dan terlibat dalam upaya perlindungan penyu serta habitatnya. Dengan menjaga penyu hari ini, kita turut menjaga keberlanjutan kehidupan laut untuk masa depan”. Tutup Amelia.

Kegiatan ini juga turut hadir para undangan, sekolah SMN 2 Sipora, Sekolah SMAS Penabur Berkat, perwakilan Instansi pemerintah, Babinsa Desa Tuapejat, Pihak Desa Tuapejat, Kepala Dusun Mapaddegat serta relawan peduli lingkungan. (Str)

Share :